Perhatikanpernyataan di abwah ini! 1) Pemenuhan kebutuhan hidup 2) Meningkatkan hasil produksi 3) Meningkatkan kesejahteraan material 4) Distribusi pendapatan yang merata 5) Kebutuhan hidup manusia selalu bertambah Berdasarkan uraian di atas, alasan ekonomi yang bisa meningkatkan kemakmuran ditunjukkan nomor. a. 3,4, dan 5 b. 1,2, dan 3 Perkembanganyang pesat di perkotaan berdampak pada semakin berkurangnya lahan pertanian yang ada. Seiring maraknya pembangunan perekonomian dan pemukiman di wilayah perkotaan, semakin meningkat pula alih fungsi lahan yang terjadi di perkotaan. Lahan-lahan yang dulunya merupakan lahan pertanian, berubah menjadi pemukiman penduduk. Berikutini yang bukan merupakan tujuan kerjasama internasional adalah meningkatkan ketergantungan pada negara lain [D] Table of Contents 1. Meningkatkan Pendapatan Negara 2. Menjaga Kestabilan Harga dalam Negeri 3. Memperluas Ketersedian Lapangan Kerja 4. Mempercepat Pembangunan Nasional 5. Alih Teknologi Video yang berhubungan Pembahasan cash. Jakarta - Istilah distribusi berasal dari bahasa Inggris yakni distribution yang berarti penyaluran. Sedangkan kata dasarnya yaitu distribute yang berarti membagikan, menyalurkan, menyebarkan, dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, distribusi adalah penyaluran pembagian, pengiriman kepada beberapa orang atau beberapa tempat. Dengan kata lain distribusi adalah suatu proses yang menunjukkan penyaluran barang yang dibuat dari produsen kepada para ekonomi klasik, distribusi merupakan alokasi nilai-nilai langka yang dikaitkan dengan pertukaran sosial. Nilai-nilai langka tersebut biasanya dihubungkan dengan tenaga kerja, kapital, tanah, teknologi, dan organisasi sehingga barang dan jasa juga bernilai langka. Sedangkan bagi sosiolog, distribusi adalah suatu perangkat hubungan sosial untuk mengalokasikan barang dan jasa yang dihasilkan. Distribusi juga menunjuk suatu proses alokasi dari produksi barang dan jasa sampai ke tangan konsumen atau proses demikian, distribusi adalah proses di antara produksi barang dan jasa dengan proses dapat disimpulkan distribusi merupakan proses penyaluran barang atau jasa kepada pihak lain. Orang yang melakukan distribusi adalah distributor. Contoh kegiatan distribusi yaitu pedagang sate yang menjual dagangannya di Distribusi Berdasarkan Salurannya1. Distribusi LangsungDistribusi langsung adalah distribusi barang atau jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran barang langsung dari produsen kepada konsumen. Contohnya yaitu pedagang bakso yang menjual dagangannya kepada Distribusi Semi LangsungDistribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contohnya pabrik tekstil yang menyalurkan kainnya melalui Distribusi Tidak LangsungDistribusi tidak langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, dan pedagang kecil yang bertindak sebagai perantara. Contohnya yang menyalurkan gas LPG melalui agen gas DistribusiTujuan distribusi adalah sebagai berikut1. Kelangsungan hidup kegiatan produksi Barang atau jasa hasil produksi dapat bermanfaat bagi Konsumen dapat mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan pengertian, jenis-jenis, hingga tujuan dari distribusi ya detikers, mudah dipahami bukan? fdl/fdl Pengertian Distribusi – Kegiatan ekonomi akan selalu ada karena kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan setiap orang, bahkan bisa memenuhi kebutuhan pada suatu negara. Dengan kegiatan ekonomi dapat menambah pemasukan bagi produsen atau negara jika melakukan ekspor. Dalam kegiatan ekonomi terdapat tiga kegiatan, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi, setiap kegiatan itu sudah memiliki fungsinya masing-masing. Dari ketiga kegiatan itu, bisa dibilang bahwa distribusi memiliki peranan cukup penting karena dari kegiatan inilah hasil produksi bisa dikonsumsi atau digunakan oleh konsumen serta dari kegiatan ini, produsen atau perusahaan bisa mendapatkan keuntungan. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa tanpa adanya kegiatan distribusi, maka hasil produksi bisa dikatakan tak akan ada artinya, bahkan bisa membuat kerugian terhadap perusahaan atau produsen. Siapa tahu saja Grameds ingin memiliki sebuah usaha, sehingga memerlukan sedikit pengetahuan tentang apa itu distribusi dan tujuan distribusi. Nah, untuk mendalami pengertian distribusi terutama dalam kegiatan ekonomi, Grameds, bisa membaca artikel ini. Pengertian DistribusiPengertian Distribusi Menurut Para Ahli1. Hall2. Soekartawi3. Basu Swastha4. Alex S. Nitisemito5. AssauriJenis-Jenis Distribusi1. Distribusi Secara Langsung2. Distribusi Secara Tidak Langsung3. Distribusi Secara Intensif4. Distribusi Secara Eksklusif5. Distribusi Secara SelektifTujuan Distribusi1. Menyalurkan Produk dan Jasa Kepada Konsumen2. Memberikan Jaminan Proses Produksi3. Menjaga dan Mengembangkan Kualitas Produksi 4. Meningkatkan Nilai Jual Suatu Hasil Produksi5. Menjaga Kestabilan EkonomiFaktor-Faktor Distribusi1. Biaya2. Sifat Pembayaran3. Jumlah Penjualan4. Sifat Barang5. Tingkat Keuntungan6. ModalKesimpulanRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI distribusi adalah penyaluran pembagian, pengiriman kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat. Dari pengertian distribusi menurut KBBI, maka kita jadi tahu bahwa penyaluran hasil produksi yang dilakukan oleh perusahaan demi menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Selain itu, dengan adanya distribusi, maka hasil produksi akan sampai pada konsumen yang letaknya cukup jauh. Misalnya, ada suatu produksi yang dilakukan di daerah Jakarta, ketika adanya kegiatan distribusi, konsumen yang berasal dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan di luar pulau Jawa dapat menggunakan hasil produksi itu. Apabila suatu hasil produksi tidak segera didistribusikan kepada konsumen, maka hasil produksi tersebut hanya tertimbun di tempat penyimpanan. Bahkan, bisa membuat harga suatu hasil produksi mengalami peningkatan. Jika sudah mengalami peningkatan, kemungkinan besar konsumen tidak tertarik untuk membelinya, sehingga produsen atau perusahaan bisa mengalami kerugian. Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing untuk melakukan kegiatan distribusi. Hal ini perlu dilakukan agar distribusi dapat dilakukan dengan maksimal atau dapat dilakukan dengan kemampuan dari perusahaan itu sendiri, seperti jangkauan dan armada. Apabila perusahaan tidak mengenal jangkauan distribusi dan tidak mengetahui jenis barang yang didistribusikan, tidak menutup kemungkinan jika hasil produksi tidak sampai dengan tepat waktu. Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli Setelah membahas pengertian distribusi berdasarkan KBBI, kini kita akan membahas pengertian distribusi menurut para ahli. Berikut ini pengertian menurut para ahli. 1. Hall Hall mengatakan bahwa distribusi adalah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengirimkan suatu produk ke pelanggan setelah penjualan. 2. Soekartawi Menurut Soekartawi, distribusi adalah kegiatan atau proses membuat barang atau jasa yang di mana konsumen dapat menerimanya dan konsumen menggunakannya, tanpa menjualnya kembali kepada konsumen lain. 3. Basu Swastha Basu Swastha mengatakan bahwa distribusi adalah suatu proses menyalurkan suatu barang atau hasil produksi yang telah dibuat oleh perusahaan atau produsen kepada konsumen personal atau industri yang mendapatkan barang atau jasa dari perusahaan yang menyalurkan. 4. Alex S. Nitisemito Alex S. Nitisemito menyatakan bahwa distribusi adalah suatu lembaga yang menyalurkan barang dan jasa yang berasal dari produsen kepada konsumen dan pelaku distribusi tersebut dikenal dengan istilah distributor. 5. Assauri Menurut Assauri, distribusi adalah sebuah kegiatan dengan tujuan untuk memindahkan suatu produk dari sumbernya kepada konsumen dengan waktu distribusi yang tepat waktu. Dari beberapa ahli tersebut, maka distribusi dapat diartikan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau produsen kepada konsumen dengan estimasi waktu yang tepat. Dengan kata lain, kegiatan distribusi memiliki peran untuk menghubungkan kepentingan produsen dan konsumen. Bagi beberapa perusahaan kegiatan distribusi dilakukan melalui pihak ketiga atau distributor. Oleh sebab itu, para distributor juga sangat berharap supaya kegiatan distribusi ini terus berjalan dengan lancar agar terus mendapatkan keuntungan. Jenis-Jenis Distribusi Sebelum membahas tentang tujuan dari distribusi, kita akan membahas jenis-jenis distribusi sebagai berikut 1. Distribusi Secara Langsung Jenis distribusi yang pertama ini adalah distribusi secara langsung. Dalam distribusi jenis ini dapat dikatakan bahwa suatu kegiatan menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa langsung dilakukan oleh produsen atau perusahaan. Dengan kata lain perusahaan tidak menggunakan pihak ketiga untuk mendistribusikan hasil produksinya kepada konsumen. Distribusi secara langsung harus memperhatikan kemampuan dari perusahaan itu sendiri, jangan sampai memaksakan kegiatan distribusi ini. Apabila tidak menyadari akan kemampuan yang dimilikinya, maka proses distribusi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga hasil produksi tidak akan sampai dengan maksimal. Distribusi secara langsung ini juga bisa dilakukan oleh para produsen, seperti nelayan, petani, pedagang, dan lain-lain. Mereka selaku produsen akan menjual atau mendistribusikan hasil produksinya kepada konsumen. Biasanya konsumen yang membeli barang secara langsung akan menjual barang itu kepada konsumen lainnya. 2. Distribusi Secara Tidak Langsung Jenis distribusi yang kedua adalah distribusi secara tidak langsung. Distribusi secara tidak langsung adalah kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga perusahaan tidak berkaitan secara langsung. Jenis distribusi ini bisa dilakukan dengan cara perorangan atau menggunakan perusahaan distributor. Baik dengan perorangan atau perusahaan, sebaiknya dilihat terlebih dahulu jenis barang yang akan didistribusikan. Dengan pengecekan barang tersebut, hasil produksi dapat dipastikan agar tidak rusak. Selain itu, bagi perusahaan yang ingin melakukan kegiatan distribusi melalui pihak ketiga, sebaiknya dilihat dahulu kualitas dari pihak ketiga distributor, apakan pihak ketiga dapat diberikan kepercayaan atau tidak. Hal ini perlu dilakukan agar penyaluran barang sampai pada konsumen dalam keadaan bagus dan tepat waktu. Bukan hanya melihat jenis dan kepercayaan kepada pihak ketiga saja, perusahaan juga harus melihat kemampuan finansialnya, apakah cukup untuk mendistribusikan barang melalui pihak ketiga atau tidak. 3. Distribusi Secara Intensif Jenis distribusi yang ketiga adalah distribusi secara intensif. Distribusi secara intensif adalah distribusi yang dilakukan untuk menyalurkan barang atau hasil produksi kepada retail. Setelah perusahaan menyalurkan hasil produksi kepada retail, maka hasil produksi tersebut akan dijual kembali oleh retail tersebut. Namun, tidak semua hasil produksi atau barang dapat disalurkan menggunakan distribusi jenis intensif ini. Hal ini dikarenakan tidak semua perusahaan memiliki kebijakan menjual barangnya dengan sistem seperti ini. Biasanya barang dan jasa yang menggunakan distribusi jenis ini adalah barang dan jasa yang laris atau mudah dijual di pasaran. Apabila kamu memiliki usaha dan ingin mendistribusikannya dengan cara seperti ini, sebaiknya dipikirkan secara matang agar tidak mengalami kerugian. Hal ini penting dilakukan demi menjaga kelangsungan hidup suatu usaha yang telah dijalankan. 4. Distribusi Secara Eksklusif Jenis distribusi yang keempat adalah distribusi secara eksklusif. Distribusi secara eksklusif adalah distribusi yang dilakukan untuk menjual atau menyalurkan barang sebesar-besarnya. Pada umumnya, ketika melakukan distribusi jenis ini atas kesepakatan kedua belah pihak, yaitu antara produsen dengan pengecer. Distribusi ini bisa kita lihat pada distribusi handphone. Penjual produk akan menjalin kerja sama dan kesepakatakan dengan pengecer, sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan. Sementara itu distribusi jenis ini dapat dinamakan eksklusif karena biasanya barang-barang yang dijual atau disalurkan adalah barang-barang eksklusif. Distribusi ini sangat cocok untuk digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki barang eksklusif dan ingin memperkenalkannya kepada konsumen. Semakin sering didistribusikan, maka semakin banyak pula yang mengenal produk tersebut. 5. Distribusi Secara Selektif Jenis distribusi yang kelima adalah distribusi secara selektif. Distribusi secara selektif adalah kegiatan distribusi yang dijadikan sebagai solusi agar barang dapat disalurkan dengan baik. Pada umumnya, distribusi jenis ini sering digunakan oleh produsen-produsen yang mengirim barangnya hanya pada daerah-daerah tertentu saja. Hal ini dikarenakan barang akan laris pada daerah-daerah tersebut. Selain itu, barang-barang yang akan didistribusikan akan dilakukan seleksi terlebih dahulu agar distribusi dapat berjalan dengan maksimal, sehingga konsumen menjadi senang. Apabila konsumen senang, maka produk tersebut akan lari di pasaran. Biasanya, distribusi jenis ini sering dilakukan oleh para produsen pakaian yang cukup terkenal atau pakaian branded. Pakaian branded itu biasanya akan disalurkan pada daerah-daerah yang memiliki toko “eksklusif” saja. Tujuan Distribusi Distribusi yang dilakukan oleh produsen atau perusahaan biasanya sudah memiliki tujuannya masing-masing. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tujuan distribusi secara umum. 1. Menyalurkan Produk dan Jasa Kepada Konsumen Seperti yang kita tahu bahwa tujuan utama dari kegiatan distribusi adalah menyalurkan produk dan jasa kepada konsumen. Tujuan ini menjadi sangat penting karena jika produk dan jasa tidak sampai kepada konsumen atau tidak tepat waktu, maka nama suatu perusahaan itu bisa menjadi kurang baik. Dengan kata lain, perusahaan harus menjaga kepuasan konsumen dengan memilih kegiatan distribusi yang baik. Bagi sebagian perusahaan ada yang melakukan kegiatan produksi melalui pihak ketiga, bahkan ada yang berani mengeluarkan dana yang cukup besar agar barang dan jasa sampai kepada konsumen dengan aman. 2. Memberikan Jaminan Proses Produksi Dengan kegiatan distribusi, maka perusahaan sudah bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas barang dan pengiriman tepat waktu kepada konsumen. Dengan kata lain, perusahaan harus menjamin suatu proses produksi dapat berjalan dengan baik, sehingga barang dan jasa yang diterima tidak membuat konsumen kecewa. Dalam tujuan ini, perusahaan bukan hanya membuat suatu produk atau jasa yang kemudian didistribusikan kepada konsumen saja, tetapi juga harus ikut serta untuk memastikan kualitas proses produksi dengan baik. Pada umumnya, pada tujuan jaminan proses produksi ini, perusahaan akan menggunakan pihak ketiga yang berfungsi sebagai distributor. Biasanya pihak ketiga akan memberikan pelayanan berupa jasa penerbangan, truk, perkeretaapian, dan lain-lain. Hal ini dilakukan oleh perusahaan agar produk sampai dengan aman kepada konsumen. 3. Menjaga dan Mengembangkan Kualitas Produksi Tujuan kegiatan distribusi berikutnya adalah untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa kualitas produk akan dijaga dan dikembangkan dengan baik. Dengan tujuan ini, perusahaan dapat mempertahankan keinginan konsumen, sehingga konsumen tidak berpindah ke produk dari perusahaan yang berbeda. Biasanya perusahaan atau produsen akan meminta feedback atau suatu penilaian terhadap kegiatan distribusi ini. Dengan penilaian itulah, suatu perusahaan atau produsen dapat mengembangkan barang dan jasanya. Bagi perusahaan menjaga dan mengembangkan suatu hasil produksi perlu dilakukan agar tetap mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. 4. Meningkatkan Nilai Jual Suatu Hasil Produksi Dalam melakukan distribusi bukan hanya bertujuan untuk menyalurkan barang dan jasa kepada konsumen saja, tetapi kegiatan ini juga memiliki tujuan lainnya yaitu meningkatkan nilai jual suatu hasil produksi. Nilai jual barang akan semakin meningkat, jika jarak tempuh barang yang akan disalurkan sangat jauh. Singkatnya, semakin jauh jarak pengiriman, maka semakin mahal harga dari barang tersebut. 5. Menjaga Kestabilan Ekonomi Kegiatan distribusi ini ternyata dapat memengaruhi kegiatan ekonomi pada suatu negara. Apabila kegiatan distribusi ini dapat berjalan sangat lancar, maka kestabilan ekonomi menjadi terjaga. Itulah salah satu tujuan dari kegiatan distribusi yang dapat memengaruhi perekonomian suatu negara. Biasanya, perusahaan akan memiliki armada untuk melakukan kegiatan distribusi sendiri karena untuk menghemat pengeluaran dan dapat menjamin kualitas hasil produksi. Selain itu, estimasi waktu juga dapat diperhitungkan dengan baik, sehingga konsumen tidak kecewa karena hasil produksi yang tiba tidak tepat waktu. Bagi perusahaan yang melakukan kegiatan distribusi menggunakan pihak ketiga harus memastikan apakah pihak ketiga itu dapat dipercaya atau tidak. Hal ini perlu dilakukan agar kegiatan distribusi dapat berjalan dengan baik, sehingga perekonomian suatu negara dapat berjalan dengan baik. Faktor-Faktor Distribusi Kesuksesan dari kegiatan distribusi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu 1. Biaya Faktor pertama yang dapat memengaruhi distribusi adalah biaya. Biaya bisa dikatakan sebagai faktor kunci dari kegiatan distribusi karena biaya dapat menentukan lamanya waktu distribusi dan kualitas dari distribusi itu sendiri. 2. Sifat Pembayaran Faktor lainnya yang dapat memengaruhi kegiatan distribusi adalah sifat pembayaran. Sifat pembayaran ini biasanya akan disesuaikan dengan produk yang akan disalurkan. Biasanya kegiatan distribusi berupa produk-produk dengan harga yang relatif murah akan dibayar secara tunai. Sedangkan produk-produk yang cukup mahal lebih sering dibayar dengan kredit. 3. Jumlah Penjualan Dalam kegiatan distribusi besar kecilnya jumlah penjualan akan memenagruhi kegiatan distribusi, sehingga faktor jumlah penjualan dapat menentukan harga dari kegiatan distribusi. Beberapa produk bisa didistribusikan dalam jumlah yang cukup besar walaupun konsumen dari barang tersebut tidak banyak. 4. Sifat Barang Sifat barang menjadi faktor yang dapat meningkatkan kualitas distribusi. Bagi perusahaan atau produsen sangat perlu untuk mengecek sifat barang, seperti apakah barang yang akan didistribusikan cepat rusak atau tidak. Dengan pengecekan ini, perusahaan akan mengetahui barang-barang mana saja yang harus didistribusikan terlebih dahulu agar tidak mengalami kerusakan atau pembusukan. 5. Tingkat Keuntungan Tingkat keuntungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan atau produsen karena hal ini menyangkut keberlangsungan suatu perusahaan. Apabila dalam melakukan kegiatan distribusi yang panjang mengalami kerugian, maka perusahaan jangan menggunakan distribusi seperti itu. 6. Modal Setiap perusahaan atau produsen pasti memiliki modal yang berbeda-beda, sehingga kegiatan distribusi yang dilakukan juga berbeda-beda. Besar kecilnya modal perusahaan akan menentukan distribusi yang lebih pendek atau distribusi yang lebih panjang. Selain itu, modal dapat menentukan sifat pembayaran, apakah harus dibayar dengan kredit atau dibayar dengan tunai. Kesimpulan Setiap perusahaan pasti memerlukan kegiatan distribusi karena kegiatan ini memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi. Apabila kegiatan distribusi tidak dilakukan dengan maksimal, maka hasil produksi yang diterima oleh konsumen menjadi kurang baik, sehingga konsumen kecewa. Kekecewaan konsumen dapat menurunkan rasa kepercayaan terhadap suatu perusahaan. Oleh sebab itu, kegiatan distribusi harus dilakukan dengan maksimal mulai dari pengemasan, hingga pengiriman hasil produksi. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Sumber Dari berbagai macam sumber ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien - Kegiatan distribusi adalah bagian dari suatu proses pemasaran, yang sekaligus merupakan salah satu bentuk dari kegiatan ekonomi. Tujuan distribusi adalah hal penting dari sebuah ekosistem ekonomi. Tanpa adanya distribusi yang baik, produk dari produsen tidak akan bisa sampai ke tangan konsumen dengan efektif Contoh kegiatan distribusi sebenarnya dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Terkait hal ini, pembagian jenis-jenis distribusi juga perlu juga Kegiatan Produksi Pengertian, Jenis, Tujuan, Faktor, dan Contohnya Artikel ini akan memberikan ulasan mengenai hal tersebut, dirangkum dari laman resmi pada Senin 24/10/2022. Pengertian distribusi Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, distribusi adalah salah satu bentuk dari kegiatan ekonomi, yang terkait juga dengan produksi dan konsumsi. Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, meliputi rantai produksi, distribusi, dan juga Pengertian Konsumsi dalam Ekonomi, Pahami Tujuan dan Contohnya Secara khusus, kegiatan distribusi adalah suatu proses yang menunjukkan penyaluran barang yang di buat dari produsen kepada konsumen. Distribusi juga dapat diartikan kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan. Adapun orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Contoh kegiatan distribusi secara sederhana adalah ketika pedagang sate menjual dagangannya di pasar. Baca juga Apa Itu Ekonomi Syariah? Simak Pengertian, Karakteristik dan Tujuannya Tujuan kegiatan distribusi Proses penyaluran produk akan memberikan dampak yang besar pada jumlah pembelian produk dan membawa keuntungan bagi perusahaan.

dibawah ini yang bukan merupakan tujuan distribusi adalah